Di tengah hiruk pikuk globalisasi dengan proyek besarnya yang bernama modernitas, keseharian yang banal telah menjadi kelaziman. Modernitas kerap kali menyeret manusia pada ruang hampa identitas, membawa pada kehidupan yang tanpa sikap bajik dan kualitas. Dengan akalnya yang rampai, manusia modern mencoba meniadakan Tuhan dan menandaskan yang Ilahi. Manusia modern melenggang dengan kebebasannya. Namun kemudian, dia sendiri ragu apakah dapat sepenuh hati pada kebebasannya, atau malah bisa menyalahgunakan kebebasannya.